Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Pengurus Harus Nomorsatukan Belajar*

Jumat, 09 Maret 2012

Oleh KH. Achmad Syatibi Hambali
(Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah)

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
Amma’ ba’du. Yang saya hormati asatidz dan asatidzah, pengurus OPPQ periode yang lama maupun yang baru. Anak-anakmu, santriawan dan santriawati, rahimakumullah.

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, atas karunia-Nya, malam ini kita dapat berkumpul bersama untuk acara pelantikan pengurus OPPQ yang baru. Shalawat serta salam semoga senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, shahabat dan umatnya yang senantiasa istikomah melaksanakan syariatnya.

Anak-anakku, santriawan dan santriawati, rahimakumulllah. Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada pengurus OPPQ lama, yang telah mengabdikan dirinya untuk membantu pelaksanaan program-program yang ada di pondok ini. Mudah-mudahan segala pengorbanan, baik tenaga, pikiran atau materi, yang telah diberikan untuk pondok ini dicatat oleh Allah sebagai amal baik kalian. Mudah-mudahan segala pengorbanan ini dibalas oleh Allah dengan balasan yang berlipat ganda dan diberi keberkahan. Kita doakan juga, kakak-kakak kita yang telah lepas dari pengurus OPPQ, yang sebentar lagi akan menghadapi UN, semoga semuanya lulus. Amin ya Allah ya rabbal ‘alamin.

Kedua, saya ucapkan selamat atas terpilihnya ketua OPPQ baru, baik putera maupun puteri. Saya ucapkan selamat atas terbentuknya pengurus PPPQ yang baru. Mudah-mudahan kalian, dalam melaksanakan progam-programnya bisa lebih baik dari yang sudah-sudah. Maaf, saya tidak mengecilkan atau menyepelekan pengurus OPPQ yang lama. Kebaikan itu tidak ada batasnya. Kita telah baik, tentu ingin lebih baik lagi. Karena itu, mudah-mudahan dengan terbentuknya pengurus OPPQ yang baru, ke depan QF lebih baik dalam segala hal. Amin ya Allah ya rabbal ‘alamin.

Santriawan dan santriawati rahikamullah. Menjadi pengurus OPPQ bukan berarti kalian bebas melaksanakan apa saja dan tidak ikut belajar atau melepaskan pelajaran karena disibukkan oleh hal lain. Pelajaran harus tetap dinomorsatukan. Menjadi pengurus itu hanya muatan tambahan, sebab insya Allah semua santri akan mengalami menjadi pengurus OPPQ. Sebab, pengurus OPPQ itu dibatasi waktu selama setahun. Pada 2013 kalian akan menghadapi UN, dan akan diganti oleh adik-adik kalian. Karena itu, justru kalian yang akan menjadi giliran. Sekali lagi, kalian harus tetap tidak boleh meninggalkan pelajaran, sekolah maupun pesantren dan ekstra. Kalian harus tetap belajar dengan baik. Saya harapkan, program Oppq di semua lini/bidang bisa berjalan dengan baik. Itulah harapan saya.

Saya tadi mendengar, kalian dituntut keikhlasan. Pondok ini bukan untuk mencari jabatan yang ada imbalannya. Ini hanyalah pembelajaran. Kalian insya Allah ke depan akan berhadapan dengan masyarakat. Karena itu, pengurus harus dijadikan pembelajaran, di mana kalian berhadapan dengan adik-adik kalian. Mengurus mereka, tentu kalian dululah yang harus lebih baik. Jangan hanya mau menyuruh, sementara kalian tidak melakukannya. Menyuruh jamaah, tapi kalian tidak jamaah. Yang nggak ngaji dihukum, sementara kalian menjadi pemalas, tidur. Itu tidak benar dan tidak baik.

Jadi, semua harus diawali dari diri sendiri. Kalau kita ingin ditaati, kita harus mengawali dari diri kita. Harus jadi orang yang rajin, mempunyai keinginan yang besar, punya harapan ke depan yang baik. Menjadi pengurus ini bukan berarti bisa semaunya. Sekalipun kalian pengurus, apabila melanggar aturan yang kita tetapkan bersama, maka konsekuensinya sama dengan adik-adik kalian. Kalau mereka dihukum, kalianpun sama akan dikenakan sanksi. Adik kalian dikenai sanksi oleh kalian, dan jika kalian melanggar akan disanksi oleh dewan asatidz atau pembina. Kalian tidak akan lepas dari hukuman. Ini berlaku sama dan untuk semua. Aturan ini bukan untuk adik-adik, tapi semua dan untuk kebaikan kita, karenanya harus didukung.

Saya harapkan, selama menjadi pengurus OPPQ, silahkan kalian mengoreksi aturan yang ada. Kalau tidak baik atau ada yang kurang, silahkan dikoreksi dan ditambah. Ini untuk kita bersama. Harapannya, santri QF menjadi santri yang berhasil baik pelajaran sekolahnya maupun pondoknya. Kita dapat ilmu yang manfaat. Ini harapan kami.

Anak-anakku santriawan santriawati rahimakumullah. Tentunya kepengurusan ini terdiri dari beberapa bagian; kebersihan, pengajaran, bahasa, dan yang lainnya. Saya harapkan semua bagian berjalan dengan efektif dan baik. Jangan hanya satu bagian yang jalan. Hanya olah raga saja karena semua senang misalnya, tapi bagian lain nggak jalan. Saya tidak harapkan ini yang terjadi. Semua yang mendapat tanggungjawab di bidangnya, mudah-mudahan sesuai bidangnya dan tanggungjawabnya, sehingga bisa dijalankan dengan baik. Jika di tengah perjalanan ada hal tertentu, silahkan minta saran pada guru-guru, rapat dengan kawan untuk mencari solusi yang terbaik. Kalau ada kesulitan, jangan dipikul sendiri. Biar kita bisa bergerak semua. Ini pembelajaran berorganisasi membimbing adik-adik. Kalau kalian kurang baik, ke depan kurang baik. Sekarang harus lebih baik, ke depan lebih baik lagi. Mudah-mudahan QF lebih maju dan lebih manfaat bagi orang lain

Pondok ini milik kita semua, bukan milik saya. Kitalah yang harus mengurus dan merawatnya. Pondok ini tanggungjawab kita dan kita dituntut punya rasa tanggungjawab. Ini akan menjadi almamater kalian dan tempat mencari ilmu. Saya harapkan, semua yang menjadi pengurus OPPQ bertanggungjawab pada pondok ini dan penuh rasa cinta. Mudah-mudahan kalian bisa dapat ilmu yang manfaat buat diri kalian dan masyarakat. Saya titipkan pondok ini, karena kitalah penghuninya yang harus merasa memiliki. Dan kita harus bertanggungjawab memajukannya dalam segala hal, terutama menjaga hal-hal yang akan merusak pondok ini. Maju dan tidaknya pondok ini tergantung di tangan kita, tidak hanya di pundak saya sebagai pengasuh. Itulah yang saya harakan dari kalian semua.

Kita harus menjaga hal yang merusak citra pondok dan harus diawali dari kepengurusan OPPQ. Kalau pengurus sudah acak-acakan, anak-anakpun akan acak-acakan. Insya Allah kalian akan menjadi baik semua. Kalian akan lebih baik dari yang sebelumnya. Amin! Itulah harapan kita ke depan, agar pondok ini betul-betul dirasakan manfaatnya oleh seluruh komponen masyarakat, tidak hanya warga Cikulur atau Warunggunung yang mempercayakan anaknya di pondok ini, tapi seluruhnya.

Sebagai santri, kalian harus mencerminkan akhlak santri. Ini harus diawali dari pengurus yang punya akhlak karimah. Dengan teman jangan pakai bahasa yang menyinggung perasaan. Kalau bahasa tidak dijaga, yang keluar bisa menyakitkan. Na’udzu billah min dzalik. Kadang santri nggak betah karena bahasa yang keluar. Kita harus menjadi pengayom adik-adik kita. Mau bagaimana mengayomi, kalau kita sendiri kurang merangkul mereka. Jadi pengurus, inilah cara memperbaiki diri kita, untuk belajar menjadi pemimpin yang baik. Mudah-mudahan ini akan menjadi pengalaman buat kita semua, yang bisa kita ambil hikmahnya. Insya Allah suatu saat kita akan berhadapan dengan masyarakat banyak yang ada di kampung kita. Kalau sekarang sudah bisa bermasyarakat dengan baik, insya Allah nanti kita akan bisa bergaul dengan masyarakat yang luas juga dengan baik. Kepengurusan ini ada imbas dan arti yang penting untuk diambil hikmahnya ke depan.

Sekali lagi saya tekankan, bukan berarti pengurus OPPQ berhenti belajar. Kalian harus belajar lebih giat, sebab akan diikuti adik-adik kalian.

Itulah sambutan saya. Tidak perlu panjang lebar. Semoga yang saya sampaikan bisa dicermati. Semoga kalian menjadi pengurus yang baik, sehingga QF ke depan makin maju lagi dan santrinya makin banyak dan manfaatnya pun buat masyarakat kian banyak.

Wal af’w minkum, wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

*Sambutan Pengasuh disampaikan pada Malam Pelantikan Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ), Senin, 5 Maret 2012, di Lapangan Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten dan disiarkan langsung oleh Radio Qi FM 107.7.




0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP