Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Munaqasah Lancar, Pengalaman Penting Didapat

Minggu, 30 Mei 2010

Siswa-siswi Kelas XII SMA Qothrotul Falah menjalani Sidang Munaqasah Karya Tulis Ilmiah (KTI), Jum'at (28/5/2010) pagi. Mereka tampak antusias mengikuti jalannya proses "pengadilan" atas karya ilmiahnya. Namun ada saja yang tampak nervous, kali kegiatan ini adalah pengalaman pertama.


Pada malam hari sebelum pelaksanaan munaqasah, bertempat di Pondok Baca Qi Falah, mereka diberi pengarahan oleh panitia dan pembimbimbing seputar jalannya munaqasah. "Yang nanti akan dinilai, adalah isi KTI, metodologi penulisan, presentasi dan kekuatan argumen," kata panitia, Ahmad Turmudzi, didampingi Mulyanis, Agus F Awaludin dan Nurul H Maarif.

Pak Agus dan Bu Mulyanis berharap, KTI dijadikan pengalaman berharga untuk menyongsong iklim perkuliahan yang dalam hitungan minggu akan mereka kenyam. Karenanya, mereka patut bersyukur. "Tidak semua sekolah menerapkan kebijakan seperti ini", kata Bu Nis. "Ini semata buat melatih ketajaman intelektualisme kalian," timpal Pak Agus.

Dalam analisa Pak Agus, tema KTI yang diangkat juga beragam alias tidak itu-itu wae. Ada yang mengkaji agama, sains, sejarah, sosial, tehnologi tepat guna, dll. "Ternyata santri QF tidak hanya tahu dan fokus tema agama," ujarnya.

Untuk menguji keragaman tema KTI itu, panitiapun menyiapkan Tim Penguji yang beragam disiplin ilmunya. Misalnya, Drs. Kamilin (tema sosial), Drs. Unang Nur Hayat (tema sejarah), Drs. Rahmat Arif Ibrahim (tema tehnologi tepat guna), Tanto Haryanto, S.Si. (tema sains), dan Ustadz Abdurrahman, SE (tema keislaman).

Mengomentari jalannya munaqasah, para pembimbing punya ragam pandangan. "Banyak yang bagus. Argumennya juga lumayan. Namun tetap harus terus ditingkatkan, terutama cara penulisan, riset dan berargumen," kata Pak Kamilin. "Tapi ya, ada juga yang kurang bisa berargumen. Kita maklum, karena ini pengalaman perama mereka. Ke depan insya Allah akan lebih baik dan matang," kata Pak Rahmat.

Pak Unang juga punya pandangan yang tak tauh berbeda. "Bagus kok untuk ukuran anak-anak SMA. Saya juga akan mencoba mengikutinya di tempat lain, karena ini positif," ujar pria asal Tasikmalaya, yang menjadi PNS di salah satu SMAN yang ada di Kab. Lebak.

Yang jelas, alhamdulillah, semua pembimbing apresiatif pada kegiatan ilmiah yang diseting dengan format baru, yang belum pernah ada sebelumnya ini. Lalu, apa respon siswa-siswi yang diuji? "Alhamdulillah, banyak pengalaman penting dan sangat berharga yang didapat. Tapi, ya, deg-degan, tegang, dan gugup tetap tak bisa disembunyikan," komentar mereka pada umumnya

Okelah Nak, kalau begitu. Semoga pengalaman ini memicu dan memacu intelektualisme kalian untuk lebih matang lagi. Panitia juga diharapkan lebih matang lagi menyiapkan agenda serupa di tahun-tahun mendatang. [pak kepala]

0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP