Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Pondok Baca Qi Falah Gemakan Perpustakaan Sebagai Ruh Pendidikan
(Koran Republika)

Selasa, 09 Juni 2009

Banyak kegiatan dicanangkan, tujuannya agar santri dan masyarakat semakin gemar membaca.

Dua orang bersarung dan berpeci itu tampak bersemangat memberikan pertanyaan. Maka, berlomba-lomba para peserta mengacungkan jari, untuk menjawab. Seorang di antaranya menjawab dengan benar, dan segera mendapat hadiah berupa snack seharga Rp 500.


Apa yang mereka kerjakan? Ternyata, keduanya, Koordinator dan Sekretaris Pondok Baca Qi Falah (PB Qi Falah) Ustadz Agus F Awaluddin dan Ustadz Ahmad Turmudzi, sedang mengadakan Cerdas Cermat Tematik (CCT), bertempat di PB Qi Falah. Pesertanya adalah para santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, yang berlokasi di Jl Sampay-Cileles Km 5 Desa Sumurbandung, Cikulur, Lebak, Provinsi Banten.

CCT, menurut Ustadz Agus, adalah cerdas cermat yang hanya memfokuskan pada satu tema tertentu. Misalnya tema seputar kehidupan Rasulullah SAW, sahabat, Alquran, imam mazhab dan seterusnya. Kegiatan ini diniatkan untuk memberikan pendalaman bagi para santri terkait suatu tema.

Pada setiap pertanyaan, yang kemudian dijawab peserta, akan langsung diberikan ulasannya oleh panitia. ''Harapannya, para peserta akan mendapat tambahan ilmu. Jadi ini materi belajar juga,'' ujar Ustadz Agus.

Suasana pun dibuat senyaman mungkin. Agar tidak terkesan kaku, membosankan dan terlampau serius, maka panitia menyediakan hadiah ala kadarnya bila peserta sanggup menjawab pertanyaan dengan benar. ''Bisa lebih menyenangkan, para peserta pun jadi lebih bersemangat,'' imbuh Ustadz Ahmad Turmudzi.

Ratusan santri Ponpes Qothrotul Falah, baik yang MTs maupun SMA, selalu antusias mengikuti kegiatan ini. Seperti diungkapkan Dien Sahadah, santriwati yang juga Ketua Puteri Organisasi Pondok Pesantren Qothrotul Falah (2009-2010). ''Senanglah, belajar ada snack -nya,'' ujarnya.

CCT adalah satu dari beberapa agenda kegiatan PB Qi Falah. Ada beberapa kategori kegiatan di sini, yakni agenda harian (jadual buka rutin), mingguan (CCT, diskusi buku, diskusi tematik, kajian kitab kuning, cerita anak, konsultasi bebas dan nonton bersama), dwi mingguan (penerbitan Bulletin Qi Falah), bulanan (pelatihan resensi dan jurnalistik), dan tiga bulanan (gerakan wakaf buku).

Melalui agenda-agenda ini, kata Ustadz Agus, pihaknya ingin sungguh-sungguh meramaikan perpustakaan. Tujuannya supaya santri dan masyarakat bisa dekat dengan perpustakaan dan buku. ''Bagi kami, perpustakaan adalah ruh pendidikan. Jika ruhnya loyo dan tidak ada kehidupan, maka pendidikan pun akan loyo dan tak berkehidupan,'' tandas dia.

Ramah lingkungan

Dimotori Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH Achmad Syatibi Hanbali (Ketua Majelis Ulama Indonesia Lebak 2008-2013), para dewan guru yang menaruh perhatian pada pengembangan perpustakaan dan sumber daya manusia, berfikir untuk mewujudkan perpustakaan yang menyenangkan dan 'ramah lingkungan'. Akhirnya, mereka sepakat membentuk perpustakaan dengan nama Pondok Baca Qi Falah, pada 1 Muharram 1430 H/29 Desember 2008 lalu.

Agar memudahkan pengelolaan koleksi pustaka, PB Qi Falah menggunakan data base komputer dengan program Athenaeum Light . Awak PB Qi Falah juga dibekali ilmu perpustakaan sebagai penunjangnya. Sementara untuk mempermudah penyebaran informasi pada masyarakat luas, maka dibangun website dengan domain www.pondokbacaqifalah.blogspot.com . Pengelolaan sehari-hari dibantu seorang sukarelawan yang memiliki keterampilan di bidang ini.

Para pengelola perpustakaan berharap, dengan fasilitas yang ada, bisa menjadi ruang publik, tempat bertemunya banyak orang dari berbagai latar belakang dan sebagai sarana pemublikasian berbagai pengetahuan.

Sumber: Koran Reublika (www.republika.co.id), Jumat 22 Mei 2009

0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP