Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Cerdas Cermat Tematik
Satu Jawaban, Satu Bungkus Snack

Sabtu, 14 Februari 2009

UNTUK menyemarakkan kegiatan Pondok Baca Qi Falah, berbagai aktivitas terus diupayakan. Selain menggelar pengajian kitab kuning perpekan, nonton film, diskusi buku, penerbitan bulletin, diskusi bebas untuk siswa-siswi Kelas III MTs dan SMA Qothrotul Falah, kini coba digelar cerdas cermat tematik dengan pilihan tema tertentu.

Cerdas cermat tematik ini telah sekali diselenggarakan, tepatnya pada Ahad, 8 Februari 2009, sore menjelang Maghrib. Tema yang diambil sebagai pilihan perdana adalah sejarah Nabi Muhammad SAW. "Menyangkut kehidupan beliau dulu. Yang simple-simpel. Nanti tema lainnya menyusul," ujar Koordinator Pondok Baca Qi Falah, Ustadz Agus F. Awaluddin.

Menurut Mahasiswa Fakultas Tarbiyah PTAI La Tansa Masiro Lebak Banten ini, para pesertanya diambil dari seluruh santri yang berminat. "Tanpa pandang bulu. Siapa saja, kelas berapapun, boleh ikut atas nama perorangan. Tidak ada kelompok. Dan siapapun boleh menjawab pertanyaan sebanyak-banyaknya melalui rebutan. Siapa cepat dia dapat," katanya.

Usai pertanyaan disampaikan, peserta yang tercepat mengajungkan jari akan ditunjuk sebagai penjawabnya. Setelah jawaban diberikan, pengelola Pondok Baca Qi Falah yang berperan sebagai panitia lantas memberikan penjelasan ilmiah seperlunya seputar pertanyaan yang diajukan.

"Dengan demikian, cerdas cermat ini tidak semata uji kepintaran, tapi ada upaya memasukkan nilai intelektualisme melalui penjelasan yang diberikan usai tanya jawab," jelas Sekretaris Pondok Baca Qi Falah, Ustadz Ahmad Turmudzi. "Jadi, di balik cerdas cermat, kita juga memunculkan atau menyisipkan unsur pendidikannya untuk menambah ilmu," imbuhnya.

Misalnya, ada pertanyaan: kapan Nabi Muhammad SAW dilahirkan? Jawabannya: Tahun Gajah! Lantas, panitia memberikan uraian seperlunya seputar peristiwa Tentara Bergajah yang menyerang Ka'bah di bawah komando Abrahah. Begitupun pertanyaan lainnya, akan diberikan uraian seperlunya untuk menambah wawasan peserta.

Uniknya lagi, peserta yang berhasil menjawab satu pertanyaan, dia akan diberi hadiah sebungkus snack/makanan ringan senilai Rp. 500 perak. Dua pertanyaan berhasil dijawab, dua bungkus snack didapat. Begitu seterusnya. "Ini semata untuk menyemarakkan suasana dan memantik semangat peserta untuk berebut pertanyaan," ujar Ustadz Turmudzi. "al-Hamdulillah, mereka tampak semangat. Cuma, ya, itu kan butuh modal dana," lanjutnya menghiba.[nhm]


0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009



  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP