Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Manfaatkan Liburan,
OPPQ Selenggarakan LMO

Selasa, 06 Juli 2010

Untuk mengisi liburan sekolah Tahun Pelajaran 2009/2010, selama tiga hari, 1-3 Juli 2010, Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) menyelenggarakan Latihan Menejemen Organisasi (LMO) bertemakan Mujaddid, Mujtahid, dan Mujahid. LMO yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini diprakarsai Ustadz Nurhasan “Achonk”, Ustadz Ahmad Amrullah dan Ustadz Agus Faiz Awaluddin.

“Biar liburan mereka tidak sia-sia dan bermakna, maka kita selenggarakan kegiatan LMO ini. Niatannya untuk melatih jiwa kepemimpinan mereka, karena mereka inilah calon-calon pemimpin masa depan. Apalagi mereka ini kan sekarang tengah menjadi pengurus OPPQ. Untuk itu kegiatan ini menjadi penting bagi mereka,” kata Ustadz Achonk berargumen.

Untuk memberi pengayaan materi keorganisasian, panitia menghadirkan narasumber yang dianggap berkompeten. Misalnya, KH. Achmad Syatibi Hanbali (Ketua MUI Lebak), Aang Abdurrahman SE (GP Anshor Lebak dan FSPP Lebak), Ketua IMALA Lebak, Nurhasan (Mantan Ketua KUMALA Lebak), Ahmad Amrullah (Alumni Ponpes Modern Gontor), Ahmad Turmudzi (Aktivis KUMALA dan PMII Lebak), Agus Faiz Awaluddin (Mantan Ketua Pondok Baca Qi Falah), Nurul H. Maarif (GP Anshor Lebak dan LBM NU Lebak) dan lain sebagainya.

Pelatihan keorganisasian yang diikuti lebih dari 25 peserta, khususnnya kelas XII IPA/IPS ini, nyata dirasakan manfaatnya oleh para peserta. Itu terlihat dari kesemangatan mereka mengikuti agenda per-agenda kegiatan ini. “Bayangkan saja! Mereka kan lagi libur. Enak-enakan di rumah. Tapi dengan semangatnya, mereka mau mengorbankan liburnya dan lebih memilih mencari kemanfaatan dan pengalaman melalui LMO ini. Ini bukti bahwa mereka lebih memilih jalan kemanfaatan ketimbang nganggur. Semoga apa yang mereka harapkan bisa terpenuhi,” harap Ustadz Agus Faiz.

Kemanfaatan memang dirasakan mereka, seperti dinyatakan al-Hikma Bayu alias Togar, siswa yang baru naik Kelas XII IPS asal Picung Pandeglang ini. Untuk menimba ilmu dan pengalaman, ia merelakan waktu liburnya hilang. “Al-Hamdulillah, banyak nilai positif yang kami dapatkan. Ini nilai-nilai yang akan membantu kita beradaptasi dengan masyarakat kelak. Saya kira rekan-rekan lainnya juga sepakat dengan apa yang saya katakan,” ujar Togar, pengurus bagian keamanan ini.

Hal serupa dinyatakan Maisaroh, siswi yang baru naik Kelas XII IPA, asal Cikulur. “Ya, daripada nongkrong tak karuan di rumah atau bengong lihat tivi saja, mending di pondok ikut kegiatan LMO ini, untuk mendapatkan kemanfaatan. Saya berharap, keikutsertaan saya ini mendapatkan banyak hal positif untuk bekal menghadapi kehidupan yang sesungguhnya nanti,” ujarnya.

Itulah seharusnya generasi muda sekarang; lebih memilih mencari kemanfaatan ketimbang sebaliknya. Apalagi kata Imam Syatha Dimyati, inna fi yadd al-syubban amr al-ummah wa fi aqdamihim hayataha. Di tangan para pemudalah segala urusan bangsa dan di telapak kaki merekalah hidup matinya. Inilah peran generasi muda, yang harus semangat, energik dan penuh daya perubahan.

Karenanya, tak heran jika Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. Soekarno pernah menyatakan, lebih baik dirinya diberi 10 pemuda yang energik dan penuh semangat perubahan, ketimbang diberi 1000 orang tua yang “loyo” dan tanpa ghirah perubahan. Sikap kesemangatan membangun bangsa inilah yang tengah ditanamkan melalui LMO ini.

Namun jangan lupa juga, santri yang ideal harus menjalankan trilogi santri: studi, organisasi dan rekreasi. Studi terus tanpa berorganisasi, akan menyebabkannya eksklusif dan tak mudah bergerak di tengah masyarakat. Gagasan sehebat apapun tak akan bermakna tanpa pengalaman organisasi. Begitu pula berorganisasi terus tanpa studi, maka akan tercipta jiwa yang keropos dan rapuh. Studi dan organisasi terus tanpa ada keluangan rekreasi, juga akan mencipta generasi yang mudah stress dan putus asa. Ketiganya harus berjalan seimbang seiring. Sebab jika tidak, bukan saja akan muncul generasi yang rapuh, harapan menciptakan mujaddid, mujtahid dan mujahid pun akan sia-sia belaka. [nhm]

0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP