Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Kluyuran Seharian Memburu Buku

Minggu, 23 Mei 2010

Sabtu, 15 Mei 2010 lalu, awak Pondok Baca Qi Falah terlihat kluyuran di Jakarta seharian penuh. Dari pagi hingga petang hari. Mereka, antara lain, Aang Abdurrahman, Dede Saadah, Neng Atikah, Ahmad Turmudzi, Nurul H. Maarif dan yang tak pernah ketinggalan si kecil Nilna Dina Hanifa. Apa gerangan yang mereka kerjakan? Selidik punya selidik, mereka tengah berburu buku untuk tambahan koleksi bacaan.


Dipimpin Bunda – sapaan akrab Dede Saadah – mereka yang datang jauh dari Kampung Sarian Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak Propinsi Banten, itu tampak keluar masuk toko-toko buku ternama. Misalnya, di Ciputat (dulu Jakarta Selatan) mereka mampir di Toko Buku Batu Bara, Toko Buku Referensi Utama dan Toko Kitab Piramida. Juga mampir ke agen Ikhtiar Baru van Hoeve, di Pisangan Barat.

Di sana, mereka membeli Ensiklopedi Islam (8 jilid), Tafsir al-Misbah karya Prof. Dr. Quraish Shihab (15 jilid), Fikih Imam Syafii karya Dr. Wahbah al-Zuhaili (3 jilid), Kelengkapan Tarikh Muhammad karya KH. Munawar Khalil (3 jilid), Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi (2 jilid) dan banyak lagi buku-buku lain yang juga didapatkan, baik bertema agama, budaya, sosial, maupun pengetahuan umum.

Usai dari Ciputat, mereka lantas meluncur dan ngeluyur ke Matraman, menemui senior dan inisiator sekaligus dedengkot Pondok Baca Qi Falah, Ulum Zulvaton – manusia brutal yang sangat bermanfaat. Di sana, tepatnya usai dhuhur, mereka istirahat sejenak untuk menghilangkan kepenatan kota Jakarta. Sebagian ada yang tidur-tiduran dan lainnya ada yang tidur beneran.

Dari Mbah Ulum, mereka langsung meluncur ke Toko Buku Gramedia, di Matraman Jakarta Pusat, yang menurut Pak Rakhmat – guru Kimia di SMA Qothrotul Falah – konon merupakan toko buku terbesar di Asia. Di sana, seluruh mata awak baca dipasang untuk memelototi setiap judul buku yang dipampang di rak-rak. Dan, benar saja, banyak buku menarik yang menyedot perhatian mereka dan lantas diangkut untuk dibawa ke Banten. Ada buku agama, sosial, biologi, kamus dari berbagai tema, komputer dan sebagainya, yang jumlah totalnya cukup banyak. Komik-komik juga tak ketinggalan diangkut oleh Pak Turmudzi.

Dari Gramedia, perjalanan lantas dilanjutkan ke Toko Buku Gunung Agung, di Kwitang Senin Jakarta Pusat. Karena cukup lama berputar-putar di Gramedia, maka jatah waktu di Gunung Agung malam hari, dengan mempending kluyuran ke Kwitang dan Blok M. Di sini, awak Pondok Baca Qi Falah pun langsung sigap mencari buku-buku aneka tema yang penting untuk diangkut. Merekapun mendapatkan banyak buku yang dicari-cari.

Singkatnya, perjalanan seharian penuh nan melelahkan itu tetap menyenangkan, lantaran sangat banyak buku yang menarik dan berhasil diangkut untuk bahan tambahan koleksi Pondok Baca Qi Falah. Harapannya, dengan penyediaan kelengkapan bahan bacaan ini, minat dan kecintaann pengunjung untuk membaca kian terpompa. Kamipun bisa kian memberikan manfaat lebih banyak lagi. Thank semua! (nhm)

0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009



  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP