Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Kabut Dingin Pulo Sari Iringi Kemah Santri

Senin, 02 Januari 2012

Kemah Akbar santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, sebagai pananda akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012, kali ini dilaksanakan di lereng Gunung Pulo Sari Pandeglang Banten. Kemah yang diselenggarakan selama tiga hari, Sabtu-Senin (31 Desember 2011 s.d. 2 Januari 2012) ini sengaja disetting berbeda dari yang sebelumnya.

“Ini kemah terjauh dan tertinggi, karena diselenggarakan di lereng gunung. Cuacanya dingin, terutama ketika malam hari dan hujan turun. Kabut seringkali datang tanpa diduga. Semoga kegiatan ini lancar dan anak-anak mendapatkan pengalaman terbaik bersentuhan dengan alam pegunungan yang liar,” ujar penanggungjawab Kemah Akbar, Ustadz Ahmad Amrullah.

Selain Ustadz Amrullah, tampak hadir di sana Kepala SMA Qothrotul Falah, Kepala MTs Qothrotul Falah, Koordinator MPS Aang Abdurohman, Ustadz Ahmad Hudaedy, Ustadz Udong Khudori, Ustadz Moh. Subhan, Ustadzah Nur Jannah, Ustadzah Dwi, Ustadz Sofiyan Sadeli, dan banyak lagi lainnya. Juga tampak para alumni, yang turut menginap di sana.

Memang benar, lokasi kemah kali ini terjauh dan tertinggi. Dari lokasi itu misalnya, kita bisa melihat Pantai Carita yang indah menghampar luas dengan kapal-kapalnya yang berlayar, pegunungan-pegunungan lain yang menjulang tinggi, dan aneka persawahan yang menghijau terhampar. Di malam hari, tampak juga kelap kelip lampu di berbagai belahan wilayah Banten. “Tapi kalau kabut sedang hadir, pemandangan menjadi putih semua. Jarak pandang terbatas dan udara dingin menyelimuti kita semua,” ujar pendambing lainnya, Ustadz Ahmad Turmudzi. “Ini yang perlu diwaspadai,” imbuhnya.

Tak hanya itu, perjalanan dari bawah menuju lokasi yang berada di tubir jurang itu juga harus ditempuh dengan kerja keras, mengingat terjalnya jalan yang berbatu. “Capek sekali naik ke lokasi. Jalannya berbatu dan licin, karena diguyur hujan. Tapi ini momen yang menyenangkan nan penuh perjuangan,” ujar Ustadzah Idoh Mardhotillah, yang datang ke lokasi sore hari diiringi guyuran hujan lebat. Bahkan Ustadzah Idoh yang ditemani Ustadzah Dwi sempat tersesat jalan.

Tak hanya Ustadzah Idoh, Ustadz Sofiyan Sadeli alias Engkong Pasar Minggu, bahkan tersesat lebih jauh lagi, namun akhirnya sampai ke lokasi dengan tak kuarang suatu apapun. “Ini bukti uniknya kemah akbar kali ini. Penuh perjuangan dan petualangan. Tak hanya bagi santri, pun bagi para gurunya,” ujar Ustadz Turmudzi. “Di malam hari, diiringi hujan, cuaca sangat dingin. Tapi al-hamdulillah, anak-anak tidak mendapatkan masalah, kendati resiko itu sangat tinggi,” ujar Ustadz Agus F. Awaluddin, yang turut bermalam di lokasi.

Para santri sendiri tampak ceria dan riang gembira menjalani kemah yang penuh tantangan ini. Pada hari pertama, mereka tampak bersenda gurau dengan kakak pembina guna mengadakan game-game. Sesekali mereka tertawa riuh, saling kejar-kejaran, dorong-dorongan, dan tak jarang berjatuhan di ladang sawah yang mengering itu sembari kotor-kotoran. “Mereka sedang bermain game ular-ularan,” ujar Amalil Wahid, kakak Bantara SMA Qothrotul Falah.

Menurut Ustadz Amrullah, pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca dan suasana di lokasi perkemahan. “Jika di atas begitu dingin dan membahayan santri, kita akan pindahkan lokasinya ke bawah untuk keselamatan santri. Kemah kali ini memang penuh tantangan,” ujarnya. Namun hingga hari kedua, lokasi kemah akbar belum dipindahkan dan tetap sesuai rencana semula.

Pada perkemahan kali ini, banyak agenda yang diselenggarakan, baik yang terkait dengan perlombaan maupun materi ilmiah kepramukaan/perenungan kealaman. Untuk hiking sendiri, yang diselenggarakan di hari kedua, para peserta akan diarahkan ke Curug Puteri dan Kawah Pulo Sari yang lokasinya masih di gunung yang sama, naik ke arah puncak gunung.

Di Gunung Pulo Sari memang banyak arena wisata. Itu sebabnya, hampir tiap hari ada saja rombongan para pecinta alam yang menyambanginya. “Kalau tahun baru, bahkan di atas bisa didatangi ribuan orang dari berbagai daerah dan dari berbagai jalur pendakian. Di atas juga ada keramat peziarahan segala,” ujar Pemilik Penginapan yang disewa oleh para guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah saat berbincang santai.

Baiklah anak-anak, nikmati kebersatuan kalian dengan alam, yang merupakan “sumber kehidupan” kalian. Ambillah pelajaran sebanyak-banyaknya dan jadikanlah ia sebagai bahan kearifan dalam mengarungi kehidupan dunia ini.[enha]


0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP