Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Prihatin Minimnya Sosialisasi Sejarah

Senin, 03 Oktober 2011

Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten diharapkan lebih mencintai sejarah dan banyak belajar darinya, sehingga bisa menata dan mengisi nikmat kemerdekaan negeri ini dengan sebaik-baiknya.

“Sekarang ini kita tidak banyak tahu sejarah. Apalagi banyak pengaburan di sana-sini. Padahal sejarah diperingati biar peristiwa yang negatif tidak terulang lagi,” demikian dinyatakan Ustadz Aang Abdurrahman, S.E. dalam tausiahnya sebagai Pembina Upacara, Senin (3/10/2011).

Diselenggarakan di Lapangan Qothrotul Falah, bertindak sebagai petugas upacara adalah siswa-siswi Kelas IX MTs Qothrotul Falah, dengan pembinaan Ustadz Agus Faiz Awaluddin. Seperti biasanya, usai upacara dilakukan sidak kedisiplinan oleh Ustadz Ahmad Turmudzi, Ustadz Ahmad Amrullah, Ustadz Nurhasan, dan Ustadz Abdurohman DMG.

Masih dalam tausiahnya, Ustadz Gaban – sapaan akrab Aang Abdurrahman – mengingatkan peristiwa sejarah yang terjadi pada 1 Oktober, yakni Hari Kesaktian Pancasila. “Saat itu terjadi revolusi Indonesia, terkait pemberontakan G 30 S PKI yang nyaris menelan korban 1,5 juta jiwa,” terangnya.

Karenanya, Ustadz Gaban yang mengenakan batik bermotif bunga-bunga ini melanjutkan, upara bendera sangat penting diselenggarakan sebagai bentuk kecintaan bangsa ini pada negara dan perenungan pada sejarahnya. “Nabi Muhammad mengingatkan, cinta tanah air sebagian dari iman. Inilah peringatan nikmatnya kemerdekaan,” ujar putera pertama Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini.

Alumni Ponpes Tebuireng Jombang dan Ponpes Lirboyo Kediri ini lantas menyentil pemerintah yang menurutnya kurang serius melakukan sosialisasi sejarah kepada para siswa. “Selaku guru sejarah, saya prihatin karena kurangnya sosialisasi pelajaran sejarah dari pemerintah pada para siswa,” ujarnya.

Usai penyelenggaraan upacara, seperti biasanya, dewan guru lantas bersantap nasi goreng bersama hasil kreasi Bunda dan Teh Dwi. Kali ini ditemani bakwan hasil gorengan Kepala SMA Qothrotul Falah. Krupuk juga tak mau ketinggalan meramaikan menu santap pagi ini, kendati tetap saja sederhana. Maklum, belum mampu yang mewah-mewah. Hi..[enha]

0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP