Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Tausiah Pembina, Jangan Minta Dilayani Terus!

Senin, 26 September 2011

Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, tanpa terkecuali, adalah manusia-manusia pilihan yang diberi amanat untuk menuntut ilmu agama, baik oleh keluarga maupun masyarakatnya. Karenanya, carilah ilmu sebanyak-banyaknya dan jangan minta dilayani terus-menerus.

“Jangan sampai, kalian ingin mendapatkan ilmu, namun maunya dilayani saja. Carilah terus, jangan menunggu!” kata Dede Saadah, S.Th.I., saat menjadi pembina upacara bendera, Senin (26/9/2011).

Dikatakan Bendahara Pondok Pesantren Qothrotul Falah sekaligus Wali Kelas X SMA Qothrotul Falah ini, misalnya ada guru yang berhalangan hadir, maka siswa hendaknya melakukan diskusi terkait tema yang diajarkan. “Diskusilah dengan teman-teman sekelas. Ini namanya melayani ilmu,” ujar Bunda – sapaan akrabnya.

Bunda juga berharap, para siswa berkonsentrasi dalam belajar. “Jangan suka ngantuk apalagi sampai tertidur. Guru mengajar malah “mestol” (istilah ngantuk di Sunda, red),” pesannya.

Bunda lantas mengutip bait syair dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim; sururunnasi fi lubsillibas # wa jam’ul ‘ilmi fi tarkinnu’as (Kegemaran manusia itu mengoleksi pakaian # dan mengoleksi ilmu caranya dengan meninggalkan kebiasaan tidur). “Mudah-mudahan mulai hari ini, kita lebih semangat lagi belajar,” ungkapnya.

Dengan belajar, imbuhnya, setidaknya para siswa akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya. “Berkah itu sulit didapatkan, baik dari guru maupun dari pondok. Cara mendapatkannya, antara lain, dengan menjadi siswa yang baik. Ikutilah aturan yang berlaku di lembaga,” ujarnya. “Kalau kita ngikuti ketentuan yang ada, semuanya akan mudah,” sambungnya.

Selain menyinggung soal pentingnya belajar, Bunda juga berpesan perihal urgensi menguasai teknologi. “Kita sudah punya website. Segala kegiatan kita diupload di sana. Silahkan bisa dilihat,” katanya.

Menguasai Face Book, untuk jejaring sosial juga tidak kalah perlunya. Apalagi saat ini komunikasi telah menggunakan teknologi sepenuhnya. “Saya saja sekarang punya face book. Saya liburan ke Jawa belum lama ini, selalu dipantau oleh siswa-siswi sendiri, karena kita terus bisa berhubungan,” katanya.

Namun Bunda mengingatkan, santri haruslah lebih mengutamakan mencari ilmu ketimbang focus pada face book. “Face book itu sekedar sampingan. Hiburan lah. Belajar itulah pokok kegiatan yang harus kalian lakukan,” katanya mengingatkan.[enha]


0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP