Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Ngaji Ta’lim, Dosa, Bohong dan Kantuk Sebabkan Kemelaratan

Senin, 26 September 2011

Pengajian Ta’lim al-Muta’allim, Sabtu (24/9/2011) malam kali ini mengulas Bab Tentang Apa-apa Yang Mendatangkan dan Mencegah Rizki. Bertempat di Majelis Putera Qothrotul Falah, bertindak sebagai pembaca kitab adalah Ustadz Sufiyan Sadeli, guru asal Kota Jakarta, yang juga alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur.

Dalam pengajiannya yang menggunakan logat jawa dengan sisten “nyoret” ala pesantren klasik/salafi ini, dijelaskan bahwa diantara penyebab terhalangnya rizki adalah perbuatan dosa, berbohong dan kebiasaan tidur.

“Seseorang bisa terhalang rizkinya, sebab dosa yang dilakukan. Kalau kita sering berdosa, yang mau dapat rizki, akhirnya nggak dapat. Yang harusnya kiriman datang tanggal 23, karena berdosa melanggar aturan pesantren, datangnya jadi tanggal 1,” ujar mahasiswa sekolah tinggi Islam di Rangkasbitung ini.

Engkong – sapaan Ustadz muda berkaca mata ini – lantas mengutip Hadis yang ada di dalam kitab yang tengah dibacanya; inna irtikaba al-dzanbi sababu hirman al-rizki (melakukan dosa menjadi sebab terhalangnya rizki).

“Makanya kalau melakukan satu dosa, kita harus benar-benar minta ampun. Dengan istighfar, dosa-dosa yang ringan akan rontok. Kalau perlu istighfar kita didawamkan (dibaca secara rutin). Misalnya, sehari minimal 100 kali. Nabi Muhammad SAW, setiap menjelang tidur membaca istighfar 70 kali. Apalagi kita umatnya, yang menjadi tempatnya salah,” ujarnya berpesan.

Selain dosa, yang menyebabkan kemelaratan adalah berbohong. Dikatakan di sana; al-kadzibu yuritsu al-faqra (kebohongan itu menyebabkan kemelaratan). “Berbohong itu banyak bahayanya. Bahkan ini menjadi tanda-tanda orang munafiq,” katanya mengingatkan.

Terkiat dengan kebiasaan tertidur, di dalam kitab karya Syeikh al-Zarnuji ini dikatakan; katsratu al-naum turitsu al-faqra wa faqr al-‘ilm (kebiasaan tidur menyebabkan kemelaratan harta dan kemelaratan ilmu).

“Kalau ngantuk, wudhu lagi. Sebab ngantuk membuat terhalangnya rizki dan ilmu. Yang sering tidur, ilmunya sedikit, soalnya jarang belajar. Di kelas tidur. Setelah sekolah tidur. Ngaji tidur lagi. Kapan belajarnya? Kecuali kalian bisa belajar dalam mimpi,” katanya disambut tawa. “Tapi tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT,” sambungnya.

Begitu pula kebiasaan tidur, akan menghambat rizki. “Yang lain bekerja mencari rizki, kita malah tertidur. Pasti rizki kita akan terhambat,” katanya menjelaskan.[enha]



0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP