Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

SANTRI ANTUSIAS SHALAT TARAWAIH PERDANA

Rabu, 03 Agustus 2011

Sesuai Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Ahad, 31 Juli 2011 petang, 1 Ramadhan 1432 H ditetapkan pada 1 Agustus 2011. Dengan demikian, jika mengacu pada keputusan resmi pemerintah itu, umat Islam Indonesia mulai menunaikan ibadah puasa terhitung sejak Senin, 1 Agustus. Demikian pula santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah tentunya.

Momen hadirnya bulan suci umat Islam, yang ditunggu-tunggu setiap tahun ini, tidak disia-siakan oleh para santri dengan berdiam diri. Pada sore hari Ahad, mereka mengadakan pawai keliling kampung, sebagai tanda kegembiraan akan menjalani rukun Islam keempat itu.

Pada saat pelaksanaan shalat tarawih perdana, santri dan masyarakat sekitar juga tampak antusias menjalaninya. Ini terlihat dari membludaknya jumlah jamaah shalat tarawih di Masjid Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Bahkan masjid yang cukup besar itu nyaris tidak mampu menampung jamaah yang hadir.

"Ini menunjukkan antusiasme mereka cukup bagus menyambut Ramadhan. Bahkan pada Ramadhan kali ini, para alumni tampak cukup banyak yang turut bergabung menjalankan shalat tarawih perdana," ujar Ubaidillah, alumni asal Cikulur.

Untuk melengkapi kesempurnaan shalat tarawih yang diimami Ustadz Ahmad Hudaidi itu, Ustadz Aang Abdurrahman – putera Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah – menyampaikan kultumnya sebagai siraman ruhani. Beliau mengungkapkan kegembiraannya atas datangnya bulan Ramadhan kali ini. Beliau berharap, tidak ada satupun santri yang izin pulang kampung.

"Di pesantren manapun, ketika bulan Ramadhan, santri dilarang pulang, karena mereka harus ngaji pasaran. Termasuk juga santri di sini, nggak usah pulang. Nanti kira-kira tanggal 22 Ramadhan, kalian baru akan dipulangkan. Itupun kalau ngaji pasarannya sudah selesai," ujarnya.

Ustadz Gaban – sapaan akrabnya – juga menyampaikan program pasaran kitab kuning selama Ramadhan. Dikatakannya, diantara kitab yang akan dipasarkan, adalah Kasyifatussaja, Tafsir Yasin, 'Uqud al-Lujjain, Tanqih al-Qaul, dan sebagainya. "Semoga pasaran ini menambah ilmu dan aktivitas kita di bulan Ramadhan," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Ustadz Gaban berharap, para santri memanfaatkan momen Ramadhan ini sebaik-baiknya untuk kegiatan yang sesuai ajaran agama. "Jangan suka JJS (jalan-jalan subuh) sambil melakukan hal-hal yang tidak berguna. Di Jakarta misalnya, muda-muda suka JJS ke Monas dengan alasan menunggu subuh, padahal ya pacaran. Santri di sini harus mengisi momen Ramadhan dengan hal-hal positif, sehingga puasanya berkualitas," pesannya.

Usai kegiatan tarawih perdana, para santri melakukan tadarus bersama lalu dilanjutkan pengajian kitab kuning, sesuai tema yang diminati. Akhirnya, selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga puasa kali ini lebih berkualitas dibanding sebelumnya. Marhaban ya Ramadhan.[enha]




0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP