Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Kendati Puasa, Tim Drum Band Tetap Semangat

Senin, 15 Agustus 2011

Tim Drum Band Pondok Pesantren Qothrotul Falah – yang dalam hitungan hari akan berubah menjadi marcing band – tetap terus berlatih keras kendati menjalankan puasa Ramadhan 1432 H. Perut yang lapar, kondisi fisik yang letih karena menjalani kegiatan KBM dan ngaji pasaran, tak mampu menyurutkan tekad mereka.

“Puasa atau tidak, latihan tetap jalan terus. Capek? Nggak juga. Malah sambil berlatih drum band, waktu berbuka serasa semakin cepat. Nggak kerasa gitu loh,” ujar Pembina Drum Band, Ustdazah Rt Idoh Mardhotillah semangat, di sela-sela kegiatan latihan, Senin (14/8/2011) sore.

Bagi Ustadzah Idoh, puasa adalah berkah yang tidak seharusnya menghambat aktivitas para santri. Kalau puasa dijadikan hambatan, katanya, maka kita malu dengan spirit para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia dulu. “Kan banyak yang menyatakan, kemerdekaan itu terjadi pada bulan Ramadhan. Itu artinya, para leluhur kita berjuang sambil menjalankan puasa. Masak kita kalah?” imbuhnya.

Spirit inilah, sambung pembimbing Drum Band lainnya, Ustadzah Aat Rusmiati, yang harus ditanamkan kepada para santri. “Drum Band itu nggak bikin kita capek. Kita selalu enjoy-enjoy saja. Makanya kalau puasa dijadikan alasan untuk menghilangkan segala aktivitas, malu rasanya dengan para pahlawan kita,” katanya.

Selain itu, jika waktu latihan ditunda-tunda, maka untuk membentuk tim yang solid dan handal bisa memakan waktu lebih lama lagi. “Kita harus efektif berlatih. Setiap ada kesempatan, sesuai jadual tentunya, kita akan berlatih dan berlatih. Semoga tim yang solid dan handal lekas terwujud,” tambah asisten pembimbing, Ubaidillah.

Para santri sendiri tampak antusias mengikuti sesi latihan. Mereka tidak tampak mengeluh, karena kecapean misalnya. “Kita enjoy saja kok. Malah bisa sekalian ngabuburit menunggu saat berbuka puasa. Setiap sore kita latihanpun nggak masalah, biar cepet bisa,” ujar seorang peserta, Siti Muflihah, siswa SMS-QF asal Tenjo Lebak Banten.

Okelah kalau begitu, selamat berlatih. Semoga lekas bisa deh. Oh ya, tuh banyak orang tua yang datang membawa “kunut” (ketupat dan sayur opor ayam khas Sunda). Habis latihan, berbukanya lebih istimewa nih. Semoga bikin latihan lebih serius lagi.[enha]




0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP