Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

WISUDA SANTRI KE-12,
MELELAHKAN BERENDING HAPPY

Rabu, 22 Juni 2011

Gelaran Wisuda Santri Ponpes Qothrotul Falah ke-12 telah usai, berpuncak pada Ahad, 12 Juni 2011. “al-Hamdulillah, hajatan wisuda tahun ini telah usai dan berakhir happy. Semoga, wisuda yang akan datang kian baik lagi. Semoga juga, kekurangan yang ada bisa jadi pelajaran untuk kesempurnaan di masa depan,” ujar Ketua Panitia Wisuda ke-12, Ahmad Turmudzi, saat pembubaran kepanitiaan.

Wisuda kali ini, tidak seperti sebelumnya, diselenggarakan selama dua hari dua malam, dengan beragam agendanya. Misalnya, pada malam Sabtu, 10 Juni 2011, diselenggarakan haflah dan taswiran siswa Madrasah Diniah Awaliyah Takmiliah (diniah anak-anak) pimpinan Dede Sa’adah, S.TH.I. “Sekitar 80 siswa tampil taswiran. al-Hamdulillah ramai sekali dan berjalan lancar. Saya sendiri nggak kebayang seperti ini,” ujar Dede Sa’adah ceria.

Pagi hingga sore Sabtu, 11 Juni 2011, diselenggarakan muhafadhah (hafalan) kitab kuning bagi seluruh santri. Kitab yang dihafal sesuai kelasnya; Awamil, Jurumiyah, Imriti dan lainnya. “Semoga kegiatan ini mentradisi di pesantren ini. Insya Allah ini positif, karena akan memacu semangat belajar santri kita. Sebagai kegiatan perdana, tentu banyak kekurangan. Semoga ke depan lebih baik lagi,” ujar Kepala Madrasah Diniah Qothrotul Falah, Ustadz Usep Sanding.

Malam Ahadnya, digelar Pensi (Pentas Seni Santri). Seni yang ditampilkan, antara lain, marawis, kasidah, cindai, tari saman, drama, tari kombinasi, berita tiga tema, dance, bahkan band, dan banyak lagi. Setting penyelenggaraan Pensi kali ini juga sangat berbeda dari yang sudah-sudah. Penataan panggung, pencahayaan, susunan agenda, lebih menawan hati. “Banyak kejutan yang kita tampilkan. Dan al-hamdulillah, semua terpuaskan. Bahkan saya bisa katakan, acara ini 100 % sukses,” ujar penanggungjawab Pensi, Ahmad Amrullah, usai pagelaran Pensi, sekira pukul 01.30 dini hari.

Paginya, Ahad, 12 Juni 2011, dilanjutkan acara inti, prosesi Wisuda ke-12 Siswa SMA Qothrotul Falah. Lag-lagi, tak seperti biasanya, prosesi inipun diselenggarakan penuh kejutan. Penataan panggung, susunan agenda, wisudawan yang mengenakan jas berdasi dan wisudawati yang mengenakan kebaya, pengumuman wisudawan dan guru terbaik, semua penuh kejutan. “Saya sendiri sampai nggak bisa ngomong ketika harus membacakan SK guru teladan dan itu saya sendiri. Maklum, saya tidak tahu dan SK-nya dibungkus amplop. Kalau tahu saya tidak akan mau membacanya,” ujar Agus Faiz Awaludin, Guru Teladan 2011, yang tergaget-kaget saat membaca SK Guru Teladan “kejutan” itu.

al-Hamdulillah, acara-cara demi acarapun berjalan lancar. Tamu undangan yang hadir cukup melimpah. Tampak Camat Kec. Cikulur H. Tohir, S.Hi, Kapolsek Cikulur Syamsul Zubaidi, kepala sekolah, perwakilan dinas, anggota DPRD, para pejabat, wali santri dan banyak lagi. “al-Hamdulillah, pada wisuda kali ini tamu yang datang cukup banyak,” ujar Ahmad Turmudzi.

Dalam sambutannya selaku Ketua Panitia, Ahmad Turmudzi banyak menuturkan perihal kesiapan penyelenggaraan wisuda ini sekaligus rangkaian agendanya selama dua hari dua malam. Pada intinya, pihaknya telah berusaha melakukan yang terbaik. “Namun, jika ada kekurangan, mohon dimaklum dan bisa diperbaiki di kemudian hari,” ujarnya menghiba.

Pengasuh Ponpes Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hanbali, dalam nasihat akhirnya menyatakan keharuannya atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Ini bentuk kekompakan, baik dari pengurus, guru, maupun para santri. Insya Allah dengan kekompokan, semuanya akan berjalan baik,” ujarnya berkaca-kaca.

Kepada para wisudawan-wisudawati, Kiai Ibing – sapaan akrab Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Lebak – menasihati supaya tidak berhenti belajar. Jangan puas dengan raihan saat ini. “Belajar harus terus dilakukan, di mana dan kapanpun. Bahkan di dalam bus sekalipun, belajar bisa dilakukan dan banyak ilmu bisa kita dapat di sana,” ujarnya bersemangat.

Kiai Ibing juga berharap, bagi yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk melanjutkannya. “Yang tidak mampu, banyak cara bisa dilakukan untuk tetap belajar. Insya Allah, jika ada kemauan akan ada jalan yang Allah bukakan,” ujarnya optimis. “Banyak contohnya. Orang tidak mampu, karena ada kemauan dan upaya keras, akhirnya berhasil,” imbuhnya.

Dalam wasiatnya, Kiai Ibing juga mengungkapkan kebahagiaannya atas kelulusan santri-satrinya dalam Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu. Kebahagiaan itu kian lengkap, karena dari mereka ada yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang kuliah secara geratis. “Ada yang dapat Bidik Misi, ada yang dikuliahkan secara swasta oleh dermawan, dan insya Allah ada yang kuliahnya dibiayai pesantren 100 %. Wa Allah a’lam dari mana biayanya. Insya Allah ada,” ujarnya bangga, disambut tepuk tangan hadiri. “Insya Allah ke depan pesantren akan menyekolahkan lebih banyak lagi lulusannya. Mohon doa dan dukungan dari semuanya,” katanya.

Acara demi acarapun terus berjalan, hingga puncaknya pembacaan doa. Setelahnya, dilakukan pembagian raport dan ijazah. Dan al-hamdulillah, kegiatan selama dua hari yang melelahkan itu berending dengan happy. Thank, ya Allah.[enha]



2 komentar:

athur mengatakan...

luar biasa masss...segalanya butuh perjuangan dan pengorbanan, keep harokah buat temen2 di qf..

athur mengatakan...

suksesss mass....pengorbanan yang tak sia-sia, keep harokah buat temen2 qf


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP