Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

WAWANCARA DENGAN GURU TELADAN 2011
“GURU DAN SANTRI HARUS LEBIH MENINGKATKAN KEDISIPLINAN”

Kamis, 30 Juni 2011


AGUS FAIZ AWALUDDIN dinobatkan sebagai Guru Teladan 2011, berdasarkan SK Pengasuh Nomor : 01/PP.QF/VI/2011 tentang Guru Teladan Ponpes Qothrotul Falah Tahun 2011. Penilaian sepenuhnya dilakukan oleh para santri Ponpes Qothrotul Falah, tanpa melibatkan pihak guru atau yayasan. Adapun kreteria yang dimunculkan, adalah, 1) Kedisiplinan dan kerajinan mengajar. 2) Keteladanan sikap. 3) Kedekatan dengan santri. 4) Keluasan intelektual. 5) Kerapian berpakaian. 6) Ketekunan beribadah. 7) Keaktifan dalam kegiatan santri.

Guru asal Cikole Pandeglang ini sempat terkejut dan terbata-bata, karena tercekat suaranya ini, ketika diminta membacakan SK untuk dirinya, yang terbungkus amplop rapi. ”Kalau saya tahu sebagai yang terpilih, saya tidak akan mau membacakannya,” ujarnya di panggung Wisuda Ke-12 Ponpes Qothrotul Falah, Ahad, 12 Juni 2011, sembari malu-malu. Apa perasaan dan kiatnya bisa terpilih sebagai Guru Teladan 2011, berikut wawancara wartawan www.pondokbacaqifalah.blogspot.com, Enha, Ahad, 19 Juni 2011, di Sanggar Seni Ponpes Qothrotul Falah.
Apa perasaan Anda usai dinobatkan sebagai Guru Teladan 2011?
Kaget! Karena posisi saya ketika itu, justru sedang bertugas mengumumkan guru teladan itu. Benar-benar kejutan! Terus terang, al-hamdulillah, saya bersyukur, tahun ini dinobatkan sebagai guru teladan. Mudah-mudahan predikat ini tidak membuat saya besar kepala.

Kiat apa saja yang Anda lakukan sehingga bisa dicintai para santri?
Sebenarnya tidak ada kiat khusus untuk bisa “dicintai” para santri. Saya hanya menciptakan suasana belajar, berkomunoikasi dan bergaul dengan santri, senyaman mungkin.
Hal apa saja yang penting ditingkatkan oleh para guru dan santri ke depan?
Harapan kita, ke depan para guru lebih disiplin, berdedikasi tinggi dan tetap menjaga nilai-nilai keikhlasan dalam mendidik para santri. Pun halnya dengan santri yang kita didik, mereka perlu memilki kedisiplinan yang tinggi, serta bisa terus menjngkatkan kualitas akhlak dan intelektualitasnya.
Untuk meningkatkan potensi diri Anda, apa yang ke depan akan dilakukan?
Tentu banyak kekurangan yang ada pada diri saya. Terus terang, saya ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan banyak mencari pengalaman untuk pengembangan diri dan tentunya untuk pondok pesantren ini. Bagaimana dengan potensi santri-santri untuk bersaing di tingkat yang lebih luas?
Kita berharap santri kita mampu bersaing dengan siswa lain di luar. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menciptakan santri yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. Dan saya percaya, santri kita bisa. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya para alumni santri QF yang sudah berkiprah di masyarakat

Sebagai guru teladan, pastilah gerak gerik Anda akan dilihat banyak santri. Bagaimana menurut Anda?
Ini lah yang saya khawatirkan. Tapi mudah-mudahan, ini menjadi motivasi bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi.

Harapan Anda pada pesantren ini ke depan apa?
Semoga pesantren ini lebih baik lagi dan tetap diminati serta menjadi pilihan masyarakat luas. Amin.[]

1 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP