Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

OPPQ UDARAKAN RADIO KOMUNITAS SANTRI

Kamis, 28 April 2011

Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) membuat program kreatif berupa pengudaraan Radio Komunitas (Rakom) Santri. Radio yang bermarkas di Kantor OPPQ Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten ini mengudara sejak pertengahan April 2011 lalu. Rakom Santri ini diniatkan untuk memberikan hiburan yang bermanfaat bagi para santri.

“Mereka kan setiap saat harus belajar. Otak diperas. Tenaga dikuras. Karenanya, kami pengurus OPPQ ingin memberikan sedikit refresing buat mereka, sehingga akan terus enjoy belajar. Namun, hiburan yang kami berikan tentu saja yang bermanfaat dan sejalan dengan semangan pesantren,” ujar Abdurrahim, pengurus OPPQ yang giat nongkrongi markas Rakom Santri itu.

Menurut Rohim, Rakom Santri ini tidak mengudara setiap saat, karena bisa mengganggu jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pesantren. “Paling ketika mereka makan kita hidupkan radio, senggang waktu siang hari dan sore hari,” ujarnya.

Apa saja kegiatan yang diselenggarakan? Menurut Ahmad Fathoni, pegiat Rakom Santri lainnya, diantaranya ada request musik oleh para santri. “Tentu musik yang positif dan sejalur dengan nafas pesantren. Misalnya marawis, shalawat, hadrah, atau juga musik pop dan dangdut yang isinya mengajak pada kebaikan,” ujar pensponsor laptop buat rakom ini.

Selain pemuteran lagu, menurut penyiar rakom ini, kegiatan lain yang bernuansa intelektualisme juga diselenggarakan. Misalnya, ada kegiatan pembacaan kitab kuning oleh dewan guru secara bergilir, diskusi tematik untuk mendiskusikan persoalan kekinian, dan ada pula ulasan buku.

“Harapannya, dengan tidur-tiduran di kobong atau ngobrol sana sini di asrama, santri tetap bisa mendapatkan pengetahuan yang bisa menjadi bekal hidup mereka,” ujar Toni. “Makanya soundsystemnya dipasang di kobong-kobong para santri,” tambah Rohim. Sebagai teknisi, Ustadz Udong Khudori juga dilibatkan secara aktif.

Menanggapi pengudaraan Rakom Santri ini, para santri tampak antusias. Mereka berduyun-duyun memesan lagu, sekedar untuk dihadiahkan kepada rekan-rekannya sekobong atau yang lain. Apalagi Rakom Santri ini kan lingkupnya masih sangat lokal. “Al-hamdulillah, kita tambah ramai saja. Harus sering up date lagu-lagu nih penyelenggaranya,” ujar Mizan, santri dari Lampung.

Keberadaan Rakom Santri ini tampaknya membuat gairah baru, tidak hanya bagi santri tapi juga bagi para guru. Tampak mereka mangacungkan jempol untuk kreatifitas yang dibangun di atas keterbatasan ini. Semoga kian mantap, kawan! Siapa tahu kelak menjadi Rakom Santri terbesar dan terbaik di Banten.[nhm]



Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP