Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Pelantikan Pengurus OPPQ 2011-2012
JADIKAN KENDALA SEBAGAI PEMBELAJARAN KEDEWASAAN

Jumat, 11 Maret 2011

Setelah terpilih sebagai Ketua OPPQ 2011-2012 pada Pemilu Santri, Sabtu (5/3/2011) lalu, Muhammad Bahri dan Nani Najihah resmi dikukuhkan melalui SK Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Pembacaan SK sekaligus pelantikan itu diselenggarakan Kamis, 10/3/2011 malam. Dengan demikian, terhitung pembacaan SK itu, keduanya resmi menjadi nahkoda OPPQ yang baru dan telah sah secara hukum untuk menjalankan program kerjanya.

Pelantikan yang dihadiri santriwan dan santriwati, pengurus OPPQ demisioner, keluarga pesantren dan dewan guru, itu diselenggarakan di Majelis Putera Ponddok Pesantren Qothrotul Falah, Jl. Sampay-Cileles Km. 05 Ds. Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten. Suasana pelantikan tampak haru, ramai dan hangat. Bahkan, usai pelantikan, digelar nonton film dokumentasi kegiatan diskusi santri tentang Ke-OPPQ-an, Pondok Baca Qi Falah dan Sejarah Koperasi. Nonton bareng yang diprakarsai Pak Acong ini kian menjadikan suasana ramai riuh.

Secara resmi, SK Pengasuh itu dibacakan oleh Ustadz Agus Faiz Awaludin dan pelantikan dilakukan oleh Pembina OPPQ, Ustadz Abdurrahman, S.E. yang sekaligus membacakan sumpah jabatan. Dalam sambutannya, Ustadz Gaban – sapaan akrab Ustadz Abdurrahman – berharap agar seluruh santri mengambil banyak pelajaran di pesantren ini. “Termasuk juga menjadikan OPPQ 2010-2011, yang baru diganti, sebagai pelajaran dan kenangan yang indah,” ujar putera pertama Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini.

Dikatakannya, tanpa pengalaman masa lalu atau kisah klasik, maka tidak akan ada pelajaran kehidupan. “Semoga dengan pengabdian ini, ilmu dan amal kita semua dicatat oleh Allah SWT,” harapnya. “Dan untuk OPPQ yang baru terpilih, janganlah kalian berkecil hati. Insya Allah masih banyak ustadz yang akan membantu. Makanya harus tetap semangat. Jadikanlah kendala sebagai pembelajaran kedewasaan,” imbuhnya.

Sedangkan Maani, mewakili pengurus OPPQ lama menyatakan permintaan maafnya atas roda kepemimpinannya selama ini. “Misalnya program kami ada yang menyakitkan hati, kami minta maaf. Itu terjadi karena kebodohan kami. Juga, mohon maaf bila kami telah berbuat zalim dan terimalah apa yang telah kami perbuat,” harapnya merendah. “Mudah-mudahan adik-adik semua bisa melanjutkan perjuangan yang telah kami emban selama ini dan semoga semuanya menjadi lebih baik,” katanya lagi.

Dengan legowo, Maani berharap kepada para penggantinya untuk tidak sungkan-sungkan bertanya, andaikan ada hal-hal yang perlu dibantu. “Kita harus disiap dipuji dan dicaci. Kalau tak ingin ketiup angin, janganlan menjadi pohon. Jadilah rumput, tapi akan terinjak-injak. Insya Allah di balik kesulitan ada kemudahan,” ujarnya bak seorang filosoh tulen sekelas Nietzhe.

Muhammad Bahri, yang mewakili pejabat OPPQ baru, dalam sambutannya menyatakan, amanah yang diterimanya ini adalah musibah. “Ini amanah berat. Kenapa harus kami? Padahal banyak yang lebih perpotensi dibanding kami,” katanya, bak Khalifah Abu Bakar al-Shiddiq usai ditetapkan sebagai khalifah pertama. “Ini mungkin tanda sayang Allah. Itu sebabnya, kami minta dukungan dari semuanya,” katanya.

Bagi Bahri, dan semoga bagi pengurus lainnya, amanah ini tidak main-main karena akan dimintai pertanggungjawaban tidak hanya di dunia, tapi juga kelak di hadapan Allah SWT. “Semoga semuanya berpartisipasi dengan sebaiknya, sehingga kami menjadi pengurus yang baik dan punya semangat plus untuk bekerja optimal,” harapnya.

Oke, Bahri dan Nani, sukses. Sayangi hidup ini. Tanamkan kesadaran, bahwa sekecil apapun kepemimpinan kita, kelak Allah SWT akan menanyainya. [nhm]


0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP