Baca! Baca! Baca! Lalu, jadilah Anda orang yang berperadaban!

Peringatan Maulid Nabi SAW
“SEMBELIH KEYAKINAN YANG SALAH”

Rabu, 16 Februari 2011

Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Pondok Pesantren Qothrotul Falah, menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1432 H, Senin (14/2/2011) malam, di Majelis Qothrotul Falah, Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Ds. Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten. Tampak hadir para santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, baik putera maupun puteri, juga para guru. Aapun tema yang dipilih, adalah“Bentengi Diri, Teladani Nabi.”

Tema ini dipilih, menurut panitia, karena untuk meredam gejolak anak-anak muda sekarang yang menggandrungi Hari Valentine, sebagai simbol kasih sayang. Ini karena kebetulan, Peringatan Maulid Nabi jatuh bersamaan dengan (konon) hari kasih sayang itu. Sering kali efeknya, anak-anak lebih memilih merayakan valentine – yang simbol dunia itu – dengan meninggalkan perayaan maulid – yang simbol akhirat itu --.

“Peringatan maulid ini diselenggarakan supaya kita bisa meneladani Muhammad sebagai contoh kehidupan, sehingga kita bisa membentengi diri dari hal-hal yang negatif akibat pengaruh-pengaruh pergaulan yang tidak benar. Inilah filosofi dari tema yang diambil,” ujar Ketua Panitia, Abdurrahman Domang.

Didaulat sebagai penceramah, KH. Asep Saifullah, M.Pd., dai muda asal Kota Rangkasbitung, yang juga dosen STAI La Tansa Mashiro dan STAI Wasilatul Falah Rangkasbitung. Dalam ceramahnya, yang sempat tertunda karena turunnya hujan lebat plus mati lampu, Pengasuh Ponpes Cisalam Lebak, itu bercerita perihal kelahiran hingga kematian Muhammad.

“Yang penting diteladani, diantaranya, adalah soal ajaran shalat. Kita sebagai umatnya, tidak boleh meninggalkan shalat. Orang yang meninggalkan shalat, itu lebih hina ketimbang babi,” ujarnya menerangkan pentingnya shalat bagi umat Islam. “Shalat juga akan mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Inilah diantara tanda ibadurrahman (hamba Allah yang sejati),” sambungnya.

Selain mengulas ajaran agung Muhammad, Kang Asep – sapaan akrabnya – yang juga Sekretaris GP Anshor PCNU Kab. Lebak ini juga menyinggung fenomena Ahmadiyah. Menurutnya, pemahaman Ahmadiayah perihal kenabian Mirza Ghulam Ahmad, itu salah. “Tidak ada nabi lagi setelah Muhammad. Cuma kan orang Ahmadiyah memahami kata khatamul anbiya dalam al-Qur’an, bukan sebagai pemungkas para nabi, melainkan cincin para nabi. Sehingga menurut mereka, ada nabi Mirza setelah Muhammad. Ini pemahaman yang salah,” katanya.

Namun demikian, Kang Asep menyayangkan terjadinya tragedi di Cikeusik Pandeglang Banten beberapa waktu lalu, yang menewaskan tiga pengikut Ahmadiyah. “Ahmadiyah itu salah dan memang harus “disembelih”. Tapi, yang disembelih keyakinannya yang salah, bukan orangnya. Kalau orangnya ya kasian,” katanya. Ketidaksetujuan, dengan demikian, tidak lantas menjadikan kita beringas dengan membunuh mereka yang tak sama.

Selain kegiatan maulidan, Panitia PHBI juga menyelenggarakan beberapa perlombaan, semisal cerdas cermat antar kobong seputar kehidupan Nabi Muhammad, pembacaan shalawat dan sebagainya. Semua agenda ini, diniatkan untuk kian membangkitkan kecintaan santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah pada nabinya yang agung. Semoga! [nhm]


0 komentar:


Bulletin Qi Falah edisi 06/1/2009

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP